
Banyak orang mengenal Yogyakarta sebagai kota budaya yang kaya akan tradisi. Salah satu tradisi yang masih diwariskan hingga kini adalah rumah adat Yogyakarta.
Setiap rumah adat di sana tidak cuma memiliki fungsi sebagai hunian saja, melainkan juga mempunyai filosofi mendalam yang erat kaitannya dengan tatanan sosial, spiritualitas, hingga nilai-nilai kehidupan masyarakat Yogyakarta.
Maka dari itu, melalui artikel ini kami akan menunjukkan daftar lengkap nama rumah adat Yogyakarta beserta penjelasannya kepada Anda. Mulai dari bentuk bangunan hingga nilai historisnya, silahkan simak pada ulasan artikel ini secara lengkap.
Mau tau rumah adat Joglo dari daerah mana? Anda bisa mengetahuinya dalam pembahasan artikel kami sebelumnya.
Daftar Lengkap Nama Rumah Adat Yogyakarta
Langsung saja tanpa basa basi, yuk simak satu per satu keindahan dan keunikan dari rumah adat khas Yogyakarta berikut ini!
1. Rumah Adat Panggang Pe
Rumah Adat Panggang Pe Yogyakarta
Rumah adat Panggang Pe dikenal memiliki bentuk arsitektur yang unik karena hanya satu bagian atapnya yang dibuat miring.
Selain itu, rumah yang difungsikan sebagai tempat untuk menyimpan hasil panen ini memiliki 4-6 tiang penyangga di sekeliling bangunannya.
2. Rumah Adat Kampung
Rumah Adat Kampung Yogyakarta
Rumah adat ini biasa digunakan sebagai tempat tinggal rakyat biasa, merupakan bangunan paling sederhana dan paling dasar.
Rumah ini berbentuk bujur sangkar dan membutuhkan 4-8 tiang penyangga, jumlah kamarnya juga harus berjumlah ganjil karena ada mitos kalau jumlahnya genap akan membawa malapetaka.
3. Rumah Adat Joglo
Rumah Adat Joglo Yogyakarta
Posisi ketiga ada rumah adat Joglo, sebuah rumah adat paling terkenal di Yogyakarta. Rumah ini sebenarnya tidak hanya ditemukan di Yogyakarta saja, melainkan juga bisa ditemukan dengan mudah di berbagai wilayah Jawa Tengah atau Jawa Timur.
Bangunan ini memiliki ukuran yang sangat besar, menggunakan kayu berkualitas tinggi, dan biasanya digunakan sebagai tempat tinggal bangsawan atau tokoh penting. Saat ini, rumah Joglo juga sering digunakan sebagai balai adat ataupun tempat pertemuan warga.
4. Bangsal Kencono
Tak banyak yang tahu soal rumah adat Bangsal Kencono, rumah ini memiliki ukuran yang lebih besar dari Joglo karena dahulu sering digunakan sebagai tempat tinggal para raja.
Pada pinggiran rumah ini juga ada dua patung Gupolo, yakni sosok raksasa yang memegang gada atau alat pemukul.
5. Rumah Adat Limasan
Terakhir ada rumah adat Limasan di Yogyakarta, sebuah rumah yang cukup banyak dibangun sebagai tempat tinggal masyarakat. Kata limasan memiliki arti lima belasan, merujuk pada molo (kerangka atas) 3 meter dan blandar (rangkaian utama atap) 5 meter.
Mau tau macam rumah adat Jawa Barat? Anda bisa mengetahuinya dalam pembahasan artikel kami sebelumnya.
Mau Pintu Nuansa Tradisional Sekuat Baja? Pakai Pintu dari Fortress!
Pintu rumah tradisional yang membawa kesan natural tidak harus selalu dibuat dari material konvensional. Jika Anda ingin memiliki nuansa rumah klasik namun tetap mendapatkan perlindungan maksimal, kami sarankan Anda menggunakan pintu baja Fortress.
Pintu baja Fortress memiliki desain yang menyerupai kayu asli, sehingga bisa memberikan sentuhan alami tanpa mengorbankan kualitas dan keamanan. Ada motif kayu tua, kayu gelap, hingga kayu muda yang disediakan oleh pintu baja Fortress.
Keunggulan lainnya dari pintu ini, karena terbuat dari material baja, maka Anda tidak perlu khawatir soal perawatan.
Pintu ini sungguh kokoh dan tahan terhadap serangan rayap, lapuk, korosi, hingga melengkung akibat perubahan cuaca ekstrem.
Jika Anda merasa pintu baja Fortress adalah pilihan yang tepat, Anda bisa langsung melakukan pemesanan hari ini juga.
Hubungi tim marketing melalui WhatsApp di nomor berikut agar prosesnya lebih mudah. Informasi katalog, harga, dan pilihan motif juga bisa Anda dapatkan secara lengkap.




















