
1. Komitmen FORTRESS terhadap Pembangunan Ramah Lingkungan2. Kolaborasi Industri Properti dan Bahan Bangunan3. Pemerintah Apresiasi Gerakan Penanaman Pohon4. Lampung Jadi Simbol Penghijauan Berbasis Kearifan Lokal5. REI Perkuat Komitmen terhadap Properti Berkelanjutan6. Mendorong Hunian yang Lebih Hijau dan Berkelanjutan
Perayaan Hari Ulang Tahun ke-54 Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia atau REI di Lampung Selatan tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya para pelaku industri properti nasional. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen terhadap pembangunan hunian yang lebih ramah lingkungan melalui gerakan penanaman satu juta pohon.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada 5–7 Mei 2026 tersebut, FORTRESS, produk pintu baja dari PT Jaya Bersama Saputra (JBS Perkasa), turut ambil bagian dalam aksi penghijauan yang digagas untuk mendukung keseimbangan antara pembangunan perumahan dan pelestarian alam. Keterlibatan FORTRESS dalam gerakan ini menjadi bentuk dukungan terhadap terciptanya lingkungan hunian yang sehat, berkelanjutan, dan memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Program penanaman satu juta pohon ini juga sejalan dengan arah pembangunan nasional, terutama dalam mendukung program penyediaan 3 juta rumah layak huni. Melalui aksi tersebut, pembangunan sektor properti diharapkan tidak hanya berfokus pada ketersediaan rumah, tetapi juga memperhatikan aspek ekologis di sekitar kawasan hunian.
Komitmen FORTRESS terhadap Pembangunan Ramah Lingkungan
Sebagai bagian dari industri bahan bangunan, FORTRESS menilai bahwa pembangunan hunian masa kini perlu memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan. Rumah yang berkualitas tidak hanya dilihat dari kekuatan struktur dan kenyamanan penghuninya, tetapi juga dari bagaimana proses pembangunan dan material yang digunakan dapat mendukung keberlanjutan.
Founder dan CEO JBS Perkasa, Joni Effendi, menyampaikan bahwa gerakan penanaman satu juta pohon yang dicanangkan oleh Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, merupakan langkah positif dan realistis untuk diwujudkan. Menurutnya, inisiatif tersebut memiliki makna penting karena industri properti dan bahan bangunan memiliki keterkaitan erat dengan pemanfaatan sumber daya alam.
FORTRESS memandang bahwa penggunaan material bangunan yang lebih tahan lama, aman, dan berkualitas dapat menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan hunian yang lebih berkelanjutan. Terlebih, penggunaan material pintu berbasis baja menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap material kayu.
Dengan ikut mendukung gerakan penghijauan ini, FORTRESS ingin mendorong kesadaran bahwa setiap proses pembangunan perlu diimbangi dengan upaya menjaga lingkungan. Aksi menanam pohon tidak hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi juga langkah nyata untuk mengembalikan manfaat bagi alam.
Kolaborasi Industri Properti dan Bahan Bangunan
Sektor properti dan industri material bangunan merupakan dua bidang yang saling berhubungan. Pengembang berperan dalam menyediakan hunian bagi masyarakat, sementara produsen bahan bangunan memiliki tanggung jawab dalam menghadirkan material yang kuat, aman, dan berdampak positif bagi keberlanjutan.
Melalui kolaborasi bersama REI, FORTRESS berharap semakin banyak pelaku usaha di sektor properti dan building material yang ikut terlibat dalam gerakan serupa. Pembangunan yang ideal tidak hanya menghasilkan kawasan hunian baru, tetapi juga menciptakan lingkungan yang nyaman, hijau, dan layak diwariskan kepada generasi berikutnya.
Langkah ini menjadi penting karena kebutuhan rumah di Indonesia terus meningkat. Di tengah pertumbuhan tersebut, konsep hunian berkelanjutan perlu semakin diperkuat agar pembangunan tidak berjalan dengan mengorbankan kualitas lingkungan.
Dengan hadirnya gerakan satu juta pohon, pelaku industri diharapkan dapat melihat bahwa pembangunan dan konservasi lingkungan bukan dua hal yang bertentangan. Keduanya justru dapat berjalan berdampingan apabila direncanakan dengan baik dan melibatkan berbagai pihak.
Pemerintah Apresiasi Gerakan Penanaman Pohon
Inisiatif REI dan FORTRESS dalam mendukung penanaman satu juta pohon turut mendapat perhatian dari pemerintah. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengapresiasi gerakan tersebut karena dinilai selaras dengan kebutuhan pembangunan rumah yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Pemerintah bahkan tengah mempertimbangkan kebijakan agar setiap rumah, baik komersial maupun subsidi, memiliki satu hingga dua pohon yang ditanam di bagian depan rumah oleh pengembang. Gagasan ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret untuk menjaga ekosistem di tengah masifnya pembangunan hunian.
Apabila kebijakan tersebut diterapkan, dampaknya dapat cukup besar. Dengan kuota rumah subsidi yang mencapai ratusan ribu unit per tahun, penanaman satu pohon di setiap rumah dapat menghasilkan ratusan ribu pohon baru. Hal ini tentu akan memberi kontribusi positif terhadap kualitas udara, kenyamanan lingkungan, dan keberlanjutan kawasan permukiman.
Lampung Jadi Simbol Penghijauan Berbasis Kearifan Lokal
Pelaksanaan HUT REI ke-54 di Lampung Selatan juga memiliki nilai tersendiri karena daerah tersebut memiliki kedekatan dengan konsep penghijauan berbasis kearifan lokal. Salah satu contohnya adalah keberadaan Taman Kehati Lampung yang mengusung konsep Repong, yaitu pendekatan pelestarian lingkungan yang berakar dari tradisi masyarakat Lampung.
Taman Kehati Lampung merupakan kawasan konservasi keanekaragaman hayati dengan luas hampir 25 hektare di kawasan Kotabaru. Dalam waktu kurang dari dua tahun, kawasan tersebut telah ditanami sekitar 13 ribu pohon dari lebih dari 120 spesies tanaman lokal.
Keberadaan kawasan konservasi ini menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dilakukan dengan menggabungkan program pembangunan, pelestarian tanaman lokal, serta kearifan masyarakat setempat. Jika gerakan penanaman pohon diterapkan secara luas pada kawasan perumahan, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan manusia, tetapi juga mendukung keberadaan ekosistem lain di sekitarnya.
REI Perkuat Komitmen terhadap Properti Berkelanjutan
Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, menegaskan bahwa gerakan penanaman satu juta pohon merupakan bagian dari tanggung jawab sosial organisasi terhadap keberlanjutan bumi. Bagi REI, pembangunan properti perlu membawa dampak positif yang tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga oleh generasi mendatang.
Melalui momentum HUT ke-54, REI ingin menunjukkan bahwa industri properti memiliki peran strategis dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau. Penanaman pohon menjadi salah satu langkah nyata yang dapat dilakukan secara konsisten di berbagai daerah.
Peringatan HUT REI di Lampung sendiri dihadiri oleh sekitar 1.000 anggota REI dari berbagai wilayah Indonesia. Selain menjadi seremoni perayaan, kegiatan tersebut juga menjadi forum strategis bagi pelaku industri properti untuk membahas tantangan dan peluang di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.
Tidak hanya berfokus pada isu lingkungan dan properti, rangkaian acara juga diisi dengan kegiatan sosial berupa pembagian 1.000 paket sembako kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung sebagai bentuk kepedulian terhadap warga sekitar.
Mendorong Hunian yang Lebih Hijau dan Berkelanjutan
Dukungan FORTRESS terhadap gerakan satu juta pohon pada HUT REI ke-54 menjadi contoh nyata bahwa industri bahan bangunan dapat mengambil peran penting dalam menciptakan masa depan hunian yang lebih berkelanjutan. Dengan mengedepankan material yang kuat, aman, dan berorientasi pada keberlanjutan, FORTRESS ingin berkontribusi dalam membangun ekosistem properti yang lebih bertanggung jawab.
Gerakan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan rumah tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal. Lebih dari itu, hunian masa depan perlu dirancang sebagai ruang hidup yang sehat, hijau, dan mampu menjaga keseimbangan dengan alam.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, REI, FORTRESS, pengembang, serta masyarakat, gerakan penanaman pohon di kawasan hunian diharapkan dapat berkembang menjadi budaya baru dalam pembangunan properti Indonesia. Dengan begitu, cita-cita menghadirkan rumah layak huni yang ramah lingkungan dapat semakin dekat untuk diwujudkan.

















